EdukasiApakah cincin nikah harus emas?

Tidak harus. Tidak ada ketentuan yang mengharuskan cincin nikah terbuat dari emas. Yang membuatnya terasa wajib adalah kebiasaan, dan kebiasaan itu berubah dari waktu ke waktu.

Dari mana anggapan itu datang

Emas lama dipakai karena tahan lama, tidak menggelap, dan nilainya relatif stabil. Di banyak keluarga, cincin emas juga punya arti sebagai bentuk simpanan yang bisa dipakai. Dari situ lahir anggapan bahwa cincin nikah semestinya emas.

Belakangan pilihan bahannya melebar. Perak, palladium, dan bahan lain makin sering dipakai, terutama oleh pasangan yang lebih memprioritaskan desain daripada nilai logamnya.

Kalau memilih perak, ini yang berubah

Anggaran yang sama bisa membeli cincin yang lebih besar atau lebih detail ukirannya. Buat pasangan yang menginginkan desain khusus, ini biasanya jadi alasan utama.

Yang perlu diterima: perak menggelap seiring waktu dan perlu dipoles sesekali, serta nilai jual kembalinya jauh lebih kecil. Kalau cincin nikah juga dimaksudkan sebagai simpanan nilai, perak bukan pilihan yang tepat, dan lebih baik itu disadari sejak awal.

Soal pandangan keluarga

Ini bagian yang sering jadi ganjalan sebenarnya, bukan bahannya. Kalau ada anggota keluarga yang berharap cincin emas, membicarakannya lebih awal jauh lebih mudah daripada menjelaskannya setelah cincin jadi.

Sebagian pasangan memilih jalan tengah: cincin perak untuk dipakai harian, dan perhiasan emas terpisah sebagai bagian dari mahar atau hantaran. Keduanya tidak harus saling menggantikan.

Sedang menimbang bahan?

Cerita saja anggaran dan pertimbanganmu, kami bantu lihat pilihannya tanpa mendorong ke satu arah.

Konsultasi via WhatsApp→