PanduanKalung perak pria, panjang dan ketebalan yang pas
Untuk kalung pria, dua keputusan menentukan segalanya: panjang rantai dan ketebalannya. Panjang menentukan di mana kalung jatuh, ketebalan menentukan apakah terlihat proporsional.
Panjang menentukan cara pakainya
Rantai yang lebih pendek duduk di pangkal leher dan terlihat di atas kaus. Rantai yang lebih panjang jatuh di dada dan biasanya dipakai di balik kemeja, terlihat sebagian saat kancing atas dibuka.
Tentukan dulu mau dipakai bagaimana, baru pilih panjangnya. Kalau kamu sudah punya kalung yang terasa pas, ukur saja kalung itu dan kirim angkanya. Itu acuan paling akurat.
Ketebalan harus sebanding
Rantai yang terlalu tipis di leher yang lebar akan terlihat hilang, sementara rantai yang terlalu tebal terasa berat setelah beberapa jam. Berat inilah yang paling sering membuat kalung berhenti dipakai.
Kalau ada liontin, ketebalan rantai juga harus sanggup menahannya. Rantai yang terlalu ringan akan membuat liontin terus berputar menghadap belakang.
Perawatan untuk yang dipakai harian
Kalung yang bersentuhan langsung dengan kulit dan keringat akan lebih cepat menggelap dibanding perhiasan lain. Ini normal dan bisa dipoles kembali.
Sebaiknya lepas saat berenang, terutama di air laut atau kolam berkaporit. Dua-duanya mempercepat perubahan warna secara mencolok.