KebiasaanCincin tunangan dipakai di jari mana?

Di Indonesia, cincin tunangan umumnya dipakai di jari manis tangan kanan, lalu berpindah atau ditumpuk dengan cincin nikah di tangan kiri setelah menikah.

Pola yang paling umum

Selama masa pertunangan, cincin dipakai di jari manis kanan. Setelah akad atau pemberkatan, cincin nikah masuk ke jari manis kiri, dan cincin tunangan bisa dipindahkan ke jari yang sama untuk dipakai bertumpuk, atau tetap di kanan.

Tidak ada keharusan memilih salah satu. Sebagian orang menyimpan cincin tunangannya dan hanya memakainya di acara tertentu, terutama kalau desainnya bermata tinggi dan kurang praktis untuk harian.

Kalau mau ditumpuk, rencanakan sejak awal

Kalau kamu berencana memakai cincin tunangan dan cincin nikah bersamaan di satu jari, ini perlu dipikirkan sebelum keduanya dibuat. Cincin nikah yang lurus tidak selalu duduk rapat dengan cincin tunangan bermata, karena dudukan batunya menonjol ke bawah.

Solusinya bisa berupa cincin nikah yang dilengkungkan mengikuti bentuk dudukan, atau cincin tunangan dengan dudukan yang lebih rendah. Keduanya cuma bisa dikerjakan kalau direncanakan bersamaan.

Soal ukuran kalau cincinnya kejutan

Ini pertanyaan yang paling sering masuk ke kami. Cara paling aman: pinjam diam-diam cincin yang biasa dia pakai di jari manis kanan, lalu ukur diameter dalamnya. Kalau tidak memungkinkan, kami bisa membuat cincin dengan ukuran perkiraan dan menyesuaikannya setelah diberikan.

Perak masih bisa disesuaikan dalam batas tertentu, jadi selisih satu atau dua nomor bukan masalah besar selama desainnya tidak berukir penuh melingkar.

Merencanakan cincin tunangan?

Cerita saja situasinya, termasuk kalau ini kejutan dan kamu belum tahu ukurannya.

Konsultasi via WhatsApp→