PanduanCincin couple untuk tunangan, perlu atau tidak?
Di Indonesia, cincin tunangan sepasang cukup umum, berbeda dari kebiasaan di banyak negara barat yang hanya satu pihak memakainya. Keduanya sah, dan pilihan ini punya konsekuensi ke anggaran dan ke cincin nikah nanti.
Dua pola yang sama-sama umum
Pola pertama: hanya satu cincin, biasanya bermata, diberikan saat lamaran. Anggaran terpusat di satu cincin sehingga bisa lebih detail. Pola kedua: sepasang cincin dipakai kedua belah pihak sejak pertunangan, biasanya lebih sederhana karena anggarannya dibagi dua.
Di banyak keluarga Indonesia, pola kedua yang lebih sering dijumpai, sering kali karena cincin tunangan juga menjadi bagian dari prosesi lamaran yang melibatkan kedua keluarga.
Kaitannya dengan cincin nikah
Ini yang paling sering terlewat. Kalau kalian memakai cincin tunangan sepasang, pikirkan sejak sekarang apakah nanti cincin itu tetap dipakai setelah menikah atau digantikan cincin nikah.
Kalau akan dipakai bersamaan, sebaiknya keduanya dirancang berpasangan sejak awal supaya bisa duduk rapat. Kalau akan digantikan, tidak perlu berinvestasi terlalu besar di cincin tunangan.
Cara menghemat tanpa terasa murah
Kalau anggaran jadi pertimbangan, salah satu cara adalah membuat cincin tunangan sepasang yang sederhana dari perak, lalu menyimpan anggaran lebih besar untuk cincin nikah. Cincin tunangan tetap ada untuk prosesi, tanpa membebani.
Cara lain: cincin tunangan yang nanti bisa dilebur dan peraknya jadi bagian dari cincin nikah. Peraknya tidak terbuang, kamu cuma membayar ongkos kerjanya.